{"id":777,"date":"2026-04-16T09:00:29","date_gmt":"2026-04-16T09:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/?p=777"},"modified":"2026-04-16T09:05:05","modified_gmt":"2026-04-16T09:05:05","slug":"pendekatan-kolaboratif-berbasis-data-dan-masyarakat-dorong-pariwisata-bahari-berkelanjutan-di-gili-asahan-twp-gita-nada","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/2026\/04\/16\/pendekatan-kolaboratif-berbasis-data-dan-masyarakat-dorong-pariwisata-bahari-berkelanjutan-di-gili-asahan-twp-gita-nada\/","title":{"rendered":"Pendekatan Kolaboratif Berbasis Data dan Masyarakat &#8211; Dorong Pariwisata Bahari Berkelanjutan di Gili Asahan, TWP Gita Nada"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"777\" class=\"elementor elementor-777\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-73e009f e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"73e009f\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-5cba99f elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"5cba99f\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"595\" src=\"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_9033-2-1024x595.jpg\" class=\"attachment-large size-large wp-image-798\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_9033-2-1024x595.jpg 1024w, https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_9033-2-300x174.jpg 300w, https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_9033-2-768x446.jpg 768w, https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_9033-2-1536x892.jpg 1536w, https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_9033-2-2048x1189.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7db80aae e-flex e-con-boxed e-con e-parent\" data-id=\"7db80aae\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"e-con-inner\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-432c2f28 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"432c2f28\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><strong>Gili Asahan, Nusa Tenggara Barat<\/strong> \u2014 Upaya mewujudkan keseimbangan antara konservasi laut dan kesejahteraan masyarakat kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Nusa Bio Diversitas Indonesia (NBI) dan Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama NTB (UNU NTB), dengan dukungan TFCCA (Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act).<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Program ini akan dilaksanakan selama 18 bulan, mulai Januari 2026, di Gili Asahan, yang merupakan bagian dari kawasan konservasi TWP Gita Nada. Inisiatif ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan pariwisata bahari yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Tentang TFCCA<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>TFCCA (<i>Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act<\/i>) merupakan mekanisme pengalihan utang untuk konservasi (<i>debt-for-nature swap<\/i>) antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia yang disepakati pada tahun 2024 dengan nilai sekitar US$35 juta. Program ini menjadi salah satu inisiatif inovatif yang secara khusus mencakup konservasi ekosistem terumbu karang di Indonesia.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Melalui skema hibah yang dikelola oleh Konservasi Indonesia, TFCCA mendukung berbagai upaya seperti perlindungan dan pengelolaan kawasan konservasi, penguatan sistem pengelolaan berbasis sains, peningkatan kapasitas masyarakat dan kelembagaan, serta pengembangan mata pencaharian berkelanjutan bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada ekosistem terumbu karang.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Program ini berfokus pada kawasan prioritas di Segitiga Terumbu Karang Dunia, termasuk wilayah Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT), yang menjadikan Gili Asahan sebagai lokasi strategis untuk implementasi kegiatan berbasis konservasi dan pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Mengapa Gili Asahan?<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Gili Asahan dikenal sebagai destinasi wisata bahari dengan keindahan terumbu karang dan keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Namun, peningkatan aktivitas wisata juga membawa tantangan\u2014mulai dari tekanan terhadap ekosistem, pengelolaan sampah, hingga belum optimalnya tata kelola wisata.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Melalui program ini, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara manusia dan lingkungan dalam satu sistem sosial-ekologis yang utuh. Sehingga, kedepannya program yang dilaksanakan ini dapat menjadi model percontohan pengelolaan pariwisata bahari berkelanjutan di Indonesia, Utamanya di wilayan Taman Wisata Perairan.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Pendekatan Kolaboratif Berbasis Data dan Masyarakat<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Program ini dirancang secara bertahap, dimulai dari pengumpulan data hingga implementasi dan evaluasi. Tahapan awal mencakup konsolidasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, pengelola kawasan, kelompok masyarakat, dan instansi terkait.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Selanjutnya, dilakukan survei baseline untuk memahami kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat. Data ini menjadi dasar dalam menyusun daya dukung pariwisata, yang penting untuk memastikan bahwa aktivitas wisata tidak melampaui kapasitas ekosistem.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Hasil kajian kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui proses sosialisasi dan verifikasi, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil bersifat transparan dan partisipatif.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Penguatan Kapasitas dan Tata Kelola<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Salah satu fokus utama program ini adalah peningkatan kapasitas lokal. Berbagai pelatihan akan dilakukan, termasuk:<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:list --><\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\"><!-- wp:list-item --><\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengelolaan pariwisata bahari berkelanjutan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><!-- \/wp:list-item --><!-- wp:list-item --><\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pemantauan sumber daya pesisir<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><!-- \/wp:list-item --><!-- wp:list-item --><\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengelolaan sampah dan praktik ramah lingkungan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><!-- \/wp:list-item --><\/p>\n<p><!-- \/wp:list --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Selain itu, program ini juga memfasilitasi pembentukan kelompok kerja (POKJA) kolaboratif, yang akan berperan dalam pengelolaan dan pengawasan kawasan secara berkelanjutan.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Dari Perencanaan ke Aksi Nyata<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Tidak berhenti pada perencanaan, program ini juga akan menghasilkan dan mengimplementasikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pariwisata bahari berkelanjutan. SOP ini akan diuji, disempurnakan, dan diterapkan langsung di lapangan.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Kampanye lingkungan, seperti gerakan anti plastik dan wisata ramah lingkungan, juga akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran wisatawan dan masyarakat.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Mendorong Ekonomi Lokal Berbasis Konservasi<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Program ini turut mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui:<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:list --><\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\"><!-- wp:list-item --><\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pelatihan diversifikasi penghidupan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><!-- \/wp:list-item --><!-- wp:list-item --><\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pembentukan dan pendampingan UMKM<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><!-- \/wp:list-item --><!-- wp:list-item --><\/p>\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"list-style-type: none;\">\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengembangan usaha alternatif berbasis konservasi<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><!-- \/wp:list-item --><\/p>\n<p><!-- \/wp:list --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Seluruh proses akan dipantau secara berkala melalui sistem Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL). Hasil pemantauan akan didiseminasikan kepada para pemangku kepentingan untuk memastikan transparansi dan perbaikan berkelanjutan.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Pada tahap akhir, strategi yang telah dikembangkan akan diintegrasikan ke dalam rencana pengelolaan desa dan kawasan konservasi, sehingga dapat memberikan dampak jangka panjang.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p><strong>Menuju Model Percontohan Nasional<\/strong><\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Melalui kolaborasi ini, Gili Asahan diharapkan menjadi model percontohan pengelolaan pariwisata bahari berkelanjutan di Indonesia\u2014di mana konservasi dan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><!-- wp:paragraph --><\/p>\n<p>Inisiatif ini menegaskan bahwa masa depan pesisir Indonesia terletak pada kolaborasi, pengetahuan lokal, dan komitmen bersama untuk menjaga laut tetap lestari.<\/p>\n<p><!-- \/wp:paragraph --><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gili Asahan, Nusa Tenggara Barat \u2014 Upaya mewujudkan keseimbangan antara konservasi laut dan kesejahteraan masyarakat kembali diperkuat melalui kolaborasi antara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":798,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[5,25],"tags":[],"class_list":["post-777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siaranpers","category-tfccagiliasahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=777"}],"version-history":[{"count":25,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":813,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/777\/revisions\/813"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/nusabiodiversitas-indo.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}