NBI Act for Nature: Kolaborasi Restorasi Terumbu Karang di Pantai Nipah, Lombok Utara

Dalam semangat menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir, Nusa Bio Diversitas Indonesia (NBI) bersama Turtle Conservation Center (TCC) Nipah melaksanakan kegiatan NBI Act for Nature berupa aksi restorasi dan rehabilitasi terumbu karang di Pantai Nipah, Lombok Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk memperkuat ketahanan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi.

Aksi utama dalam kegiatan ini adalah transplantasi terumbu karang menggunakan metode jaring laba-laba (web spider), dengan total 11 unit struktur yang telah diturunkan (drop) ke perairan. Metode ini dipilih karena efektif dalam mendukung pertumbuhan karang serta meningkatkan kompleksitas habitat bawah laut dalam waktu yang relatif cepat.Jenis karang yang ditransplantasikan adalah Acropora, yang dikenal memiliki pertumbuhan cepat dan peran penting dalam pembentukan struktur terumbu. Secara khusus, digunakan dua tipe pertumbuhan utama, yaitu: Branching (bercabang), yang menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan kecil, Tabulate (meja), yang berfungsi sebagai pelindung dan area berlindung bagi biota laut.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan tim teknis, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang kuat antara pemuda lokal Nipah, rekan-rekan dari NBI, serta tim dari TCC Nipah. Keterlibatan masyarakat lokal menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program, baik dari sisi pemeliharaan maupun pengawasan jangka panjang.

Koordinator pelaksana kegiatan, Al Furkan, menekankan pentingnya keberlanjutan aksi serupa di masa depan. Ia menyampaikan bahwa kegiatan restorasi seperti ini perlu dilakukan secara rutin guna menjaga keanekaragaman terumbu karang serta mendukung keberlangsungan populasi biota laut yang bergantung pada ekosistem tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang menanam karang, tetapi tentang menjaga masa depan laut kita. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan” ujar Al Furkan.

Pelaksanaan kegiatan ini juga memiliki makna khusus karena dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bumi, sebagai bentuk nyata kontribusi terhadap upaya global dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui inisiatif ini, diharapkan tercipta sinergi yang lebih kuat antara komunitas, lembaga konservasi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga ekosistem pesisir Lombok, sekaligus memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan secara ekologis maupun sosial-ekonomi oleh masyarakat setempat.

Karang sehat, laut kuat, masa depan terjaga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top